Rabu, 28 Maret 2012

ANALISA BAHAN TERHADAP ASAM BASA



I.    TUJUAN
      Setelah melakukan  percobaan ini, kita dapat mengenal sifat-sifat bahan terhadap asam dan basa.

II. PERINCIAN KERJA
Ä Menganalisa sifat-sifat suatu bahan terhadap NaOH 30 % , KOH 30 %, NH3 (amoniak) 25%.
Ä Menganalisa sifat-sifat suatu bahan terhadap H2SO4 98 %, HCl 37%, asam asetat.

III.       ALAT DAN BAHAN
      A. ALAT YANG DIPAKAI

Ä Tabung reaksi            20 Buah
Ä Rak tabung reaksi        1 Buah
Ä Tutup tabung reaksi    20 buah
Ä Gelas kimia 250 Ml     3 Buah
Ä Pengaduk kaca            2 Buah
Ä Selang karet              1 Buah
Ä Kaca mata                 1 Buah
Ä Labu semprot            1 Buah
Ä Sarung tangan           1 Buah


B. BAHAN YANG DIGUNAKAN

Ä NaOH 30 %
Ä KOH 30 %
Ä Amoniak 25%
Ä H2SO4 98%
Ä HCl 37%
Ä Asam asetat
Ä Kain wol
Ä Kain katun
Ä Nilon
Ä Kayu
Ä Karet busa
Ä Aluminium
Ä Baja
Ä Daging Kodok



IV. DASAR TEORI

Asam dan basa sudah dikenal sejak zaman dahulu.Istilah asam (acid) berasal dari bahasa latin acetum yang berarti cuka. Seperti diketahui, zat utama dalam cuka adalah asam asetat. Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu  Juga sudah  lama diketahui bahwa Asam dan Basa saling menetralkan.

Sejak berabad – abad yang lalu, para pakar mendefinisikan asam dan basa berdasarkan sifat larutan airnya. Larutan asam mempunyai rasa asam dan bersifat korosif (merusak logam, marmer, dan berbagai bahan lain). Sedangkan larutan basa berasa agak pahit dan bersifat kaustik (licin,seperti sabun). Namun demikian, tidak dianjurkan mengenali asam dan basa dengan cara mencicipi, hal itu bisa berbahaya. Kita dapat mengenali asam dan basa dengan menggunakan indikator asam basa, misalnya lakmus merah dan lakmus biru, serta metil merah dan metil biru, kertas .

Untuk menjelaskan penyebab sifat asam dan basa, sejarah perkembangan ilmu kimia mencatat berbagai teori. Pada tahun 1777, Lavoisier mengemukakan bahwa asam mengandung oksigen. Unsur itu yang dianggap bertanggung jawab atas sifat – sifat asam. Namun pada tahun 1810 ,Humphrey Davy menemukan bahwa asam hidrogen klorida tidak mengandung oksigen. Davy kemudian menyimpulkan bahwa hidrogenlah dan bukan oksigen yang merupakan unsur dasar dari setiap asam. Kemudian pada tahun 1814, Gay Lussac menyimpulkan bahwa asam adalah zat yang dapat menetralkan alkali dan kedua golongan senyawa itu hanya dapat didefinisikan dalam kaitan satu dengan yang lain.

Konsep yang cukup memuaskan tentang asam dan basa, dan yang tetap diterima hingga sekarang, dikemukakan oleh Arrhenius pada tahun 1884. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air melepaskan ion H­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­+ sedangkan basa melepaskan ion OH. Jadi ,pembawa sifat asam adalah ion H+ sedangkan pembawa sifat basa adalah ion OH -, dimana jika Asam direaksikan dengan Basa akan menghasilkan Garam mineral dan Air.   


V.  CARA KERJA
Ä Dimasukkan secara terpisah ke dalam tabung reaksi sedikit bahan dan sekerat daging,
Ä Lalu ditambahkan secukupnya larutan basa ke dalam tabung reaksi yang berisi sampel,
Ä Amati perubahan yang terjadi dan dicatat sebagai hasil pengamatan,
Ä Diulangi percobaan diatas dengan mengganti larutan Basa dengan larutan Asam dengan menggunakan bahan yang sama dan cara kerja yang sama.
Catatan :
Hati-hati bekerja dengan asam pekat dan basa pekat. Gunakan kaca mata selama bekerja serta gunakan sarung tangan ketika memipet atau menuang larutan.

VI. DATA PENGAMATAN
Ä BASA
Zat
NaOH 30 %
KOH 30 %
Amoniak
Sifat zat
Basa kuat
Basa kuat
Basa Lemah
Wol
Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan
Katun
Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan
Nilon
Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan
Kayu
Ada Perubahan
Warna Coklat Muda
Ada Perubahan
Warna Coklat Muda
Ada Perubahan
Warna Coklat Muda
Karet busa
Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan
Aluminium
Bereaksi dan Larut,
Ada gelembung gas
Bereaksi dan Larut,
Ada gelembung gas
Bereaksi dan Larut,
Ada gelembung gas
Baja
Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan
Daging
Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan






Ä ASAM
Zat
H2SO4 98 %
HCl 37 %
Asam Asetat
Sifat zat
Asam Kuat
Asam Kuat
Asam Lemah
Wol
Bereaksi dan Larut,
Warna Coklat Muda
Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan
Katun
Bereaksi dan Larut,
Warna Kuning Muda
Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan
Nilon
Bereaksi dan Larut,
Warna Putih Buram
Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan
Kayu
Bereaksi seluruhnya,
Warna Coklat Tua
Bereaksi dan Larut,
Warna Kuning Pucat
Bereaksi,
Warna Coklat Muda
Karet busa
Bereaksi dan Hancur,
Warna Merah Maron
Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan
Aluminium
Tidak ada perubahan
Bereaksi,
Ada gelembung gas
Tidak ada perubahan
Baja
Tidak ada perubahan
Bereaksi,
Ada gelembung gas
Tidak ada perubahan
Daging
Bereaksi dan Hancur,
Warna Coklat Muda  
Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan


VII. PEMBAHASAN
Ä Dari ketiga jenis Basa yang kami pergunakan (NaOH, KOH, Amoniak), ternyata hasil yang kami peroleh semuanya sama.
Ä Dari ketiga jenis Asam yang kami pergunakan (H2SO4, HCL, CH3COOH), tenyata H2SO4 jenis asam yang paling keras, dimana asam ini dapat merusak semua jenis bahan yang dipergunakan (Kecuali : Al dan Baja). Dan Asam Asetat hanya mampu bereaksi dengan kayu saja
Ä Hasil yang diperoleh dari penambahan H2SO4 kedalam baja yaitu tidak ada perubahan, tetapi dilihat dalam kenyataan sehari bahwa asam itu dapat mempercepat terjadinya korosi atau kerusakan pada material logam. Hal ini kami tidak sesuai dengan data pengamatan yang kami tulis, karena mungkin terjadi perubahan tetapi sedikit sekali yang tidak biasa kami amati apakah ini terjadi perubahan atau tidak.
Ä Ternyata basa lebih relatif aman jika dibandingkan dengan asam.

VIII. KESIMPULAN
Ä Asam (H2SO4, HCL) jauh lebih berbahaya jika terkena kulit bila dibandingkan dengan basa (NaOH, KOH, NH3).
Ä Material bahan sintetis (tekstil) lebih sukar bereaksi (apalagi larut) dalam basa, tetapi beda halya jika terkena asam

IX. DAFTAR PUSTAKA
Ä Purba, Michael, 2000, Kimia 2000 untuk SMU kelas 2, Jakarta, Erlangga
Ä Emil J. Slowinski, Chemical Principles in Laboratory with Qualitative Analysis, Holt-Saunders Internasional Editions, Japan, 1983.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar