Sabtu, 23 November 2013

PEMBUATAN TEMPE





I. TUJUAN PERCOBAAN
            Diharapkan agar mahasiswa dapat mengetahui proses pembuatan tempe dan dapat mengaplikasikannya.

II. PERINCIAN KERJA
-          Membersihkan kacang kedelei
-          fermentasi kacang kedelei

III. ALAT DAN BAHAN
       a. Alat
-         Panci
-         Kompor
-         Daun pisang/plastik pembungkus
-         Gunting

       b. Bahan
-         Kacang kedelei
-         Ragi tempe
-         Air

IV. DASAR TEORI
Tempe merupakan salah satu makanan hasil fermentasi kacang kedele. Meskipun tidak bersifat untuk mengawetkannya, tetapi setidak-tidaknya dengan melakukan fermentasi kacang kedele menjadi tempe, berarti tempe mempunyai nilai tambah, karena tempe lebih mudah diterima oleh masyarakat untuk dimakan.  Tempe merupakan makanan konvensional bagi masyarakat indonesia terutama di Jawa. Dengan melakukan  fermentasi kacang kedele menjadi tempe berarti racun yang terdapat di dalam kacang kedele akan musnah/berkurang, racun yang dimaksud adalah Antitrypsin. Juga kelarutan zat-zat akan meningkat. Kandungan vitamin B-12 dalam kacang kedele relatif miskin, padahal ditinjau dari segi gizi vitamin B-12 sangat penting dalam pembentukan sel-sel darah merah dan pencegahan penyakit anemia. Tetapi dengan terbentuknya tempe berarti meningkatkan vitamin B-12 selama fermentasi berlangsung yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
Kapang yang digunakan dalam pembentukan tempe adalah dari jenis Rhyzopus oryzae, Aspergilhus oryzae,. Selama fermentasi berlangsung jenis-jenis mikroorganisme lain mungkin ikut tercampur. Fermentasi kapang hanya berlangsung aktif kurang lebih 1 hari, setelah itu terbentuk spora berwarna putih kehitaman. Pada saat itu kesempatan pertumbuhan dilakukan oleh jenis mikroorganisme lain, terutama bakteri-bakteri yang dapat menimbulkan pembusukan, sehingga tempe harus segera dimasak/dimakan sebelum pembusukan terjadi.
Ada 3 faktor yang saling mempengaruhi selama proses fermentasi terhadap pertumbuhan kapang yaitu oksigen, kadar air dan temperatur. Untuk tumbuh kapang membutuhkan cukup oksigen, tetapi kalau terlalu banyak maka metabolisme kapang terlalu cepat, sehingga panas yang ditimbulkan akan membunuhnya. Kadar air yang terlalu tinggi akan menghalangi difusi oksigen dan karenya akan menghambat pertumbuhan kapang. Difusi oksigen secara perlahan merata ke dalam tempe akan menghasilkan pertumbuhan kapang yang optimum.
 Dalam pembuatan tempe, pembungkusan kedele yang telah diberi ragi tempe sebaiknya  dibungkus dalam kain tetra yang berguna untuk mengatur kelembaban. Air yang berlebihan  akan diserap oleh kain dan juga pembungkus kain tetra berguna untuk mencegah penguapan air yang berlebihan. Terdapat beberapa galur  (strain) Rhyzopus  yang dapat digunakan untuk membuat tempe antara lain  Rhyzopus stolonifer, isolasi i berasal dari daun bunga Hibicus  di Hindia Belanda pada tahun 1984 (sekarang Indonesia), Rhyzoposarrhizus digunakan di Belanda untuk menghasilkan tempe, kapang ini di isolasikan dari tanah di Texas oleh Dr. M. B. Morrow pada tahun 1940, strain ini telah diteliti secara ekstensi karena kemampuannya membentuk asam fumarat. Rhyzopus oryzae diisolasi dari tempe. Rhyzopus oligosporus dijumpai dalam tempe oleh Dr. K. Boedijn pada tahun 1958 di Belanda. Rhyzopus achlamyd sporus  diisolasi dari tempe oleh Takeda (dari Jepang) di Semarang Indonesia.

V. PROSEDUR KERJA
-          Kacang kedele dipilih yang bermutu baik lalu dibersihkan dan dicuci dengan air bersih.
-          Kedele direbus sampai mendidih selama kurang lebih ½ jam, rendam dalam air perebus selama 1 malam.
-          Kulit kedele dibuang/dikuliti, dan direbus kembali dengan air baru dan bersih selama kurang lebih 1 jam.
-          Airnya dibuang dan kacang kedele ditumpahkan diatas tampah/nyiru yang beralaskan daun pisang sambil ditiriskan sampai dingin sambil diaduk.
-          Taburkan ragi tempe secara merata di atas kacang kedele dengan alat yang bersih (untuk 1 kg kacang kedele diperlukan kurang lebih 1 g serbuk ragi tempe).
-          Bungkus dengan plastik atau daun pisang yang telah ditusuk-tusuk dengan jarum layar.
-          Simpan pada suhu kamar selama 2 hari (maksimum). Hindari dari jangkauan tikus dan semut juga bahan kimia.

VI. DATA PENGAMATAN
Dari pengamatan yang dilakukan selama kurang lebih 1 hari, pada kedele yang difermentasikan tersebut ditumbuhi oleh spora yang berwarna putih kehitaman.

VII. PEMBAHASAN
Dari percobaan pembuatan tempe yang terlebih dahulu dilakukan dengan mencuci dan memasak kedele kemudian dimasak dan direndam dengan menggunakan air rebusan tadi selama 1 hari. Kemudian kacang kedele tersebut dikuliti dan dicuci sampai bersih dan dimasak kembali dengan air bersih selama kurang lebih 1 jam. Kacang kedele tersebut didinginkan dan dikeringkan sampai tidak terasa lengket. Sebab jika terasa lengket akan menghalangi difusi oksigen dan karenanya dapat menghambat pertumbuhan kapang.
Dalam pembungkusan kedele digunakan daun pisang dan plastik yang di tusuk-tusuk dengan gunting yang berguna untuk mengatur kelembaban.
Pada percobaan ini digunakan ragi tempe yang ditaburkan pada kacang kedele yang telah didinginkan. Dari percobaan diketahui bahwa pada kacang kedele yang telah difermentasikan terdapat spora yang berwarna putih kehitaman.

VIII. KESIMPULAN
Dari percobaan pembuatan tempe dapat disimpulkan bahwa pada kacang kedele yang telah difermentasikan itu telah menjadi tempe jika terdapat spora yang berwarna putih kehitaman.














DAFTAR PUSTAKA

Petunjuk Praktikum,Teknologi Bioproses, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Makassar.2005

Rabu, 28 Maret 2012

MAKALAH LARUTAN ELEKTROLIT


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis curahkan kepada Allah SWT, karena atas izin-Nya penulis dapat menyusun makalah ini yang menurut penulis bisa dimanfaatkan untuk hal pembelajaran dan ilmu pengetahuan khusunya dalam ilmu kimia. Makalah ini penulis susun berdasarkan data dari berbagai sumber yang penulis dapatkan dan penulis mencoba menyusun data-data itu hingga menjadi sebuah karya tulis ilmiah sederhana yang berbentuk makalah.
Selama proses pembuatan makalah ini, banyak hal yang penulis dapatkan, termasuk ilmu pengetahuan baru , tepatnya mengenal lebih dalam tentang salah satu dari berbagai macam materi yaitu tentang Larutan Elektrolit.
Larutan elektrolit ini adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan elektrolit menghasilkan ion-ion yang dapat menghantarkan arus listriknya. Kejadian seperti ini banyak dijumpai di dalam  kehidupan sehari-hari.
Semoga dengan tersusunnya makalah ini bisa menjadikan penulis menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya dengan apa yang telah penulis dapatkan dan penulis pelajari dalam makalah ini, penulis juga berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat-bagi orang lain. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini sangat banyak kekurangannya, mungkin ini pengetahuan penulis yang sangat terbatas, oleh karena itu segala kritik dan saran sangat penulis harapkan agar penulis dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut. Terima kasih.

                                                                                    Makassar, 17 Maret 2012
                                                                                                       Penulis



DAFTAR ISI                                                         
KATA PENGANTAR   …………………………………………...   i
DAFTAR ISI  ……………………………………………………...     ii
BAB 1        PENDAHULUAN
                   1.1.  Latar Belakang  …………………………………..   1
                   1.2.  Maksud dan Tujuan  ……………………………...  2
BAB 2        PEMBAHASAN
                   2.1.  Tinjauan Pustaka .....................................................         3
                   2.2.  Sejarah Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit ........     3
                   2.3.  Pengertian Larutan ..................................................          4
                   2.4.  Pembagian Larutan ................................................. 5
                           2.4.1. Larutan Non Elektrolit .......................................... 5
                           2.4.2. Larutan  Elektrolit .................................. 7
                   2.5.  Sifat Larutan Elektrolit                              .............    7
                           2.5.1. Elektrolit Kuat ...............................................         7
                           2.5.2. Elektrolit Lemah ............................................         8                         
                   2.6.  Pengujian Larutan Elektrolit .................................... 9
BAB 3        PENUTUP
                   3.1.  Simpulan  …………………………………………. 11
                   3.2.  Saran  ………………………………………………          11
DAFTAR PUSTAKA
                  
                  















BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.            Latar belakang
Dalam kimia, larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi.
Contoh larutan yang umum dijumpai adalah padatan yang dilarutkan dalam cairan, seperti garam atau gula dilarutkan dalam air. Gas juga dapat pula dilarutkan dalam cairan, misalnya karbon dioksida atau oksigen dalam air. Selain itu, cairan dapat pula larut dalam cairan lain, sementara gas larut dalam gas lain. Terdapat pula larutan padat, misalnya aloi (campuran logam) dan mineral tertentu.
Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik, ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Elektrolit umumnya berbentuk asam, basa atau garam. Beberapa gas tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit pada kondisi tertentu misalnya pada suhu tinggi atau tekanan rendah. Elektrolit kuat identik dengan asam, basa, dan garam kuat. Elektrolit merupakan senyawa yang berikatan ion dan kovalen polar. Sebagian besar senyawa yang berikatan ion merupakan elektrolit sebagai contoh ikatan ion NaCl yang merupakan salah satu jenis garam yakni garam dapur. NaCl dapat menjadi elektrolit dalm bentuk larutan dan lelehan. atau bentuk liquid dan aqueous. sedangkan dalam bentuk solid atau padatan senyawa ion tidak dapat berfungsi sebagai elektrolit.
1.2.            Maksud dan Tujuan
Makalah ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat mengetahui tentang jenis larutan dan tidak hanya mengenal istilah larutan itu hanyalah air atau suatu zat cair. Larutan  yang dapat menghantarkan arus listrik sangat perlu diketahui oleh mahasiswa dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti yang akan dijelaskan dalam makalah ini.


 









BAB 2
PEMBAHASAN
2.1.            Tinjauan Pustaka
Berdasarkan kemampuannya menghantarkan listrik, larutan dapat dibedakan sebagai larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. Larutan elektrolit mengandung zat elektrolit sehingga dapat menghantarkan listrik, sementara larutan non-elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik, dalam makalah ini akan dibahas mengenai larutan elektrolit.

2.2.            Sejarah Larutan Elektrolit
Pada tahun 1884, Svante Arrhenius, ahli kimia terkenal dari Swedia mengemukakan teori elektrolit yang sampai saat ini teori tersebut tetap bertahan padahal ia hampir saja tidak diberikan gelar doktornya di Universitas Upsala, Swedia, karena mengungkapkan teori ini. Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dalam air terdisosiasi ke dalam partikel-partikel bermuatan listrik positif dan negatif yang disebut ion (ion positif dan ion negatif) Jumlah muatan ion positif akan sama dengan jumlah muatan ion negatif, sehingga muatan ion-ion dalam larutan netral. Ion-ion inilah yang bertugas mengahantarkan arus listrik. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit.
Larutan ini memberikan gejala berupa menyalanya lampu atau timbulnya gelembung gas dalam larutan. Larutan elektrolit mengandung partikel-partikel yang bermuatan (kation dan anion). Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Michael Faraday, diketahui bahwa jika arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit akan terjadi proses elektrolisis yang menghasilkan gas. Gelembung gas ini terbentuk karena ion positif mengalami reaksi reduksi dan ion negatif mengalami oksidasi. Contoh, pada laruutan HCl terjadi reaksi elektrolisis yang menghasilkan gas hidrogen sebagai berikut.
HCl(aq)→ H+(aq) + Cl-(aq)
Reaksi reduksi : 2H+(aq) + 2e- → H2(g)
Reaksi oksidasi : 2Cl-(aq) → Cl2(g) + 2e-

2.3        Pengertian Larutan
Larutan merupakan campuran yang homogeny (serba sama) antara dua zat atau lebih. Larutan tersusun dari zat pelarut dan zat terlarut. Antara zat terlarut dan pelarut dalam suatu larutan tidak dapat dibedakan lagi. Zat terlarut dalam larutan jumlahnya lebih sedikit daripada pelarutnya. Ketika larutan terbentuk, zat terlarut terurai dan bercampur sempurna dengan pelarutnya.
2.4        Pembagian Larutan
Berdasarkan sifat daya hantar listriknya, larutan dibedakan menjadi dua, yaitu larutan elektrolit dan nonelektrolit.
2.4.1    Larutan Nonelektrolit
            Larutan Nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
2.4.2 Larutan Elektrolit
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat memberikan lampu terang dan timbul gelembung gas. Larutan elektrolit ini terbagi lagi menjadi 2 yang di bagi menurut jenis kekuatan menghasilkan aliran listriknya, yaitu larutan elektrolit kuat dan lemah.
Jika larutan dalam alat penguji elektrolit mengakibatkan terbentuknya gelembung dan lampu menyala terang, maka larutan itu adalah elektrolit kuat. Sementara itu, jika menimbulkan gelembung – gelembung dan lampu menyala redup bahkan tidak menyala, maka larutan itu adalah elektrolit lemah.        

2.4.1        L arutan Elektrolit Kuat
Pada larutan elektrolit kuat, seluruh molekulnya terurai menjadi ion-ion (terionisasi sempurna). Karena banyak ion yang dapat menghantarkan arus listrik, maka daya hantarnya kuat. pada persamaan reaksi, ionisasi elektrolit kuat ditandai dengan anak panah satu arah ke kanan.


Contoh :
NaCl(s) → Na+ (aq) +  Cl- (aq)
 Contoh larutan elektrolit kuat :
Asam, contohnya asam sulfat (H2SO4), asam nitrat (HNO3), asam klorida (HCl)
Basa, contohnya natrium hidroksida (NaOH), kalium hidroksida (KOH), barium hidroksida (Ba(OH)2)
Larutan Elektrolit Lemah
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat memberikan nyala redup ataupun tidak menyala, tetapi masih terdapat gelembung gas pada elektrodanya. Hal ini disebabkan tidak semua terurai menjadi ion-ion (ionisasi tidak sempurna) sehingga dalam larutan hanya ada sedikit ion-ion yang dapat menghantarkan arus listrik. Dalam persamaan reaksi, ionisasi elektrolit lemah ditandai dengan panah dua arah (bolak-balik).
Contoh :
CH3COOH(aq) ↔ CH3COO- (aq) + H+ (aq)
Contoh senyawa yang termasuk elektrolit lemah :
CH3COOH, HCOOH, HF, H2CO3, dan NH4OH


2.5        Sifat Larutan Elektrolit
2.5.1        Elektrolit Kuat
         Terionisasi§ sempurna
         Menghantarkan§ listrik
         Lampu menyala§ terang
         Terdapat§ gelembung – gelembung gas
        § Contoh: NaCl, HCl,NaOH, dan H2SO4
2.5.2        Elektrolit Lemah
         Terionisasi§ sebagian
         Menghantarkan§ arus listrik
         Lampu menyala§ redup
         Terdapat§ gelembung gas
Contoh: CH3COOH, NH3,dan H2S


2.6        Pengujian Larutan Elektrolit
Setelah mendapat pengetahuan mengenai definisi dan sifat – sifat larutan elektrolit dan non elektrolit, kini akan dibahas mengenai cara menguji daya hantar larutan dengan alat penguji elektrolit.
Dengan menggunakan rangkaian alat penguji elektrolit di atas, kita dapat menunjukkan daya hantar listrik melalui larutan dan juga dapat menentukan suatu senyawa tergolong larutan elektrolit atau non elektrolitdengan menggunakan indikator sifat – sifat larutan elektrolit dan non elektrolit.
            Perhatikan hasil uji elektrolit yang ditunjukkan pada Gambar 8. Pada larutan elektrolit lampu yang digunakan menyala dan timbul gas pada elektrodanya. Beberapa larutan elektrolit dapat mengahantarkan listrik dengan baik sehingga lampu menyala terang dan gas yang terbentuk relatif banyak (Gambar 8a). Larutan ini dinamakan elektrolit kuat, beberapa elektrolit yang lain dapat menghantarkan listrik tetapi kurang baik, sehingga lampu nyala, redup atau bahkan tidak menyala dan gas yang terbentuk relatif sedikit. (Gambar 8b).














BAB 3
SIMPULAN DAN SARAN

3.1.            Simpulan
Berdasarkan dari pembahasan yang telah dijelaskan sebelumnya, penulis dapat ikut :
1.      Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik.
2.      Semua senyawa yang mengandung ion-ion dalam larutannya bersifat elektrolit.
3.      Zat-zat yang berbentuk molekul di dalamnya bersifat non elektrolit
4.      Larutan elektrolit berdasarkan daya hantarnya dibagi menjadi 2, yaitu larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah.

3.2.            Saran
Harapan penulis dari simpulan tersebut yaitu, penulis dapat merumuskan beberapa saran, diantaranya :
1.      Hendaknya kita mengetahui tidak hanya jenis larutan yang hanya berbentuk air, diharapkan lebih spesifik beserta penggunaannya.
2.      Dalam setiap larutan atau cairan yang kita konsumsi pasti mengandung larutan elektrolit ataupun tidak, dan lebih baik mengkonsumsi larutan yang mengandung ion (Elektrolit).
3.      Hendaknya tidak puas dengan ilmu pengetahuan yang telah di dapat dari makalah ini tentang suatu larutan untuk diterapkan dalam kehidupan.
















DAFTAR PUSTAKA